Share

Halaman

Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

Islamisasi Blambangan: Identitas Agama dalam Percaturan Politik

Fardan Mahmudatul Imamah
MARGANA     Selama ini tesis sejarah yang paling banyak diketahui adalah peran penting Islam Jawa dalam melawan penjajahan Belanda. Tanpa mengabaikan validitas tesis itu, terdapat petunjuk lain yang berbeda—atau bahkan bertentangan—yang ditemukan di Banyuwangi, Jawa Timur, wilayah yang dulu merupakan sebuah kerajaan besar bernama Blambangan. Bukti historis itu menunjukkan bahwa proses islamisasi Jawa ternyata memberi keuntungan bagi kolonial Belanda, sebagai kontra-identitas masyarakat Blambangan yang menganut Hindu. Pada saat itu, agama memiliki peranan penting sebagai kekuatan politik untuk memperebutkan wilayah Blambangan sebagai Java last frontier (ujung perbatasan Jawa). Inilah salah satu pernyataan yang disampaikan Dr. Sri Margana, Dosen Fakultas Sejarah

Politik itu Bagian dari Agama

Salah satu ciri masyarakat sekuler adalah memisahkan urusan dunia dengan urusan agama. Agama pada satu sisi dan dunia pada urusan (sisi) yang lain. Agama adalah urusan akhirat, berbeda dengan dunia. Masyarakat sekuler menganggap bahwa agama tidak ada kaitan dengan urusan dunia mereka, agama adalah urusan pribadi.
Ungkapan-ungkapan yang sering dimunculkan oleh kelompok sekuler ini adalah: JANGAN BAWA-BAWA AGAMA DALAM URUSAN POLITIK. Bagi mereka berpolitik tidak perlu agama, tidak perlu aturan agama, tidak perlu dibingkai dengan nilai agama, sehingga wajar politik itu menjadi sesuatu yang kotor. Kotor karena